Rabu, 27 Februari 2013

TINDAK PIDANA TERHADAP KEHORMATAN



Judul                     :               TINDAK PIDANA TERHADAP KEHORMATAN
PENGARANG      :               LEDEN MARPAUNG S.H
PENERBIT            :               RAJAWALI PERS

DAFTAR ISI

BAB        I               PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
B.      Pengertian ‘’kepastian hukum
C.      Pembagian tindak pidana

BAB        2              TINDAK PIDANA TERHADAP KEHORMATAN
A.      Istilah
B.      Menista(secara lisan)
C.      Menista secara tertulis
D.      Untuk kepentingan umum atau untuk membela diri
E.       Bentuk bentuk penistaan
F.       Fitnah (defanation)
G.      Penghinaan ringan
H.      Fitnah dengan pengaduan
I.        Fitnah dengan perbuatan
J.        Penistaan terhadap orang yang sudah meninggal

BAB        3              TINDAK PIDANA TERHADAP KEHORMATAN KHUSUS(PENGHINAAN KHUSUS)
A.      Penghinaan terhadap presiden /wakil presiden
B.      Penghinaan terhadap kepala Negara sahabat atau yang mewakili Negara asing di Indonesia
C.      Penghinaan terhadap pemerintah Indonesia
D.      Penghinaan terhadap golongan
E.       Penghinaan terhadap kekuasaan  umum/badan hukum 

BAB        4              PENANGANAN PERKARA PIDANA TERHADAP KEHORMATAN
A.      Pengaduan
B.      Penanganan tindak pidana terhadap kehormatan
C.      Jurisprudensi tindak pidana terhadap kehormatan
D.      Tindak pidana terhadap kehormatan khusus

FUNGSI PIDANA PENJARA DALAM SISTEM PEMIDANAAN DI INDONESIA



JUDUL                   :               FUNGSI PIDANA PENJARA DALAM SISTEM PEMIDANAAN DI INDONESIA
PENGARANG      :               DJISMAN SAMOSIR , S.H.,M.H.
PENERBIT            :               BINACIPTA 

DAFTAR ISI

BAB  I    PENDAHULUAN
1.       Latar belakang permasalahan
2.       Analisis
3.       Perumusan masalah
4.       Kerangka teoretik
5.       Metodologi penelitian
6.       Sistematika penulisan 

BAB  II   TUJUAN HUKUM PIDANA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
1.       Tujuan pemidanaan
2.       Persyaratan dan pertanggungjawaban pidana

BAB  III  FUNGSI PIDANA PENJARA DALAM SISTEM PEMIDANAAN
1.       Pidana penjara sebagai salahsatu alternative pidana
2.       Hubungan pidana penjara dengan tujuan pemidanaan
3.       Kedudukan pidana penjara dalam rangka pembentukan kitab undang undang hukum pidana nasional 

BAB  IV PERBAIKAN NARAPIDANA DAN PENCEGAHAN KEJAHATAN
1.       Pemasyarakatan :arti dan tujuan
2.       Lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pelaksanaan pidana penjara
3.       Peranan masyarakat dalam menanggulangi kejahatan

FUNGSIONALISASI HUKUM PIDANA TERHADAP PERBUATAN PERDAGANGAN TUBUH MANUSIA



JUDUL                   : Fungsionalisasi Hukum pidana terhadap perbuatan perdagangan organ tubuh manusia
PENGARANG       :DR. dr. Triani Handayani, SH., MH.
PENERBIT             :Mandar Maju

                                DAFTAR ISI

BAB I     PENDAHULUAN I
A.      Latar belakang penelitian
B.      Identifikasi masalah
C.      Tujuan penelitian
D.      Kegunaan penelitian
E.       Kerangka pemikiran
F.       Metode penelitian

BAB II    FUNGSIONALISASI HUKUM PIDANA DALAM KONTEKS NEGARA HUKUM
A.      Pengertian Negara hukum
B.      Teori dan konsep Negara hukum
C.      Fungsionalisasi hukum pidana
1.       Pengertian pungsionalisasi
2.       Factor-faktor yang berpengaruh terhadap fungsionalisasi hukum pidana
a.       Factor peraturan perundang undangan
b.      Factor aparat/badan penegak hukum
c.       Factor kesadaran hukum masyarakat

BAB III   FUNGSIONALISASI HUKUM PIDANA TERHADAP PERBUATAN PERDAGANGAN ORGAN TUBUH MANUSIA KHUSUSNYAN GINJAL UNTUK KEPENTINGAN TRANSPLANTASI
A.      Modus operandi perdagangan gelap ginjal
B.      Aspek hukum pidana terhadap pengaturan transplantasi organ tubuh manusia di Indonesia
1.       Didalam KUHPidana
2.       Diluar KUHPidana
Fungsionalisasi hukum pidana terhadap perbuatan perdagangan gelap organ tubuh manusia khususnya ginjal untuk kepentingan transplantasi

BAB IV  IMPLEMENTASI PERBUATAN PERDAGANGAN GELAPORGAN TUBUH MANUSIA KHUSUSNYA GINJALUNTUK KEPENTINGAN TRANSPLANTASI
A.      Pelaksanaan transplantasi dan donasi di beberapa Negara sebagai bahan perbandingan
1.       Pelaksanaan transplantasi dan donasi di philipina
2.       Pelaksanaan transplantasi dan donasi di china
3.       Pelaksanaan transplantasi dan donasi di amerika serikat
B.      Pelaksanaan transplantasi dan donasi di Indonesia
C.      Factor-faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan perbuata perdagangan gelap organ tubuh manusia khususnya ginjal untuk kepentingan transplantasi
1.       Factor kesehatan
2.       Factor ekonomi
3.       Factor sosial
D.      Masalah hukum yang timbul terhadap perbuatan perdagangan gelap organ tubuh manusia khususnya ginjal untuk kepentingan transplantasi
1.       Masalah penegakan hukum/fungsionalisasi hukum pidana terhadap perbuatan perdagangan gelap organ tubuh manusia khususnya ginjal untuk kepentingan transplantas
2.       Masalah kriminalisasi perbuatan perdagangan gelap organ tubuh manusia khususnya ginjal untuk kepentingan trnsplantasi
3.       Prospek pengaturan terhadap perbuatan perdagangan gelap organ tubuh manusia khususnya ginjal untuk kepentingan transplntasi

HAK TERDAKWA TERPIDANAPENUNTUT UMUM MENEMPUH UPAYA HUKUM



JUDUL                   :               HAK TERDAKWA TERPIDANA PENUNTUT UMUM MENEMPUH UPAYA HUKUM
PENGARANG      :               Mangasa Sidabutar , S.H.
PENERBIT            :               PT RAJA GRAFINDO PERSADA

DAFTAR ISI

Bagian  1  CAKUPAN PENGERTIAN 

Bagian  2  TENTANG PERLAWANAN
A.      Perlawanan dalam konteks pasal 149 K.U.H.P
B.      Perlawanan dalam konteks pasal 156 K.U.H.P
C.      Perlawanan dalam konteks pasal 214 K.U.H.P

Bagian  3  TENTANG BANDING 

Bagian  4  TENTANG KASASI (BIASA )
A.      Sepintas tentang eksistensi lembaga kasasi dalam kaitan penanganan perkara serta variasi perkembabnganya yang dapat disinggung
B.      Secara singkat akan dikemukakan tentang apa dan bagaimana perlakuan pihak pihak sehubungan dengan permintaan pemeriksaan kasasi itu kepada mahkamah agung
C.      Bahan bahan yang menjadi dasar pemeriksaan mahkamah agung dalam rangka penanganan permohonan kasasi
D.      Syarat formil yang harus dipenuhi dalam setiap pengajuan permohonan kasasi
Bagian  5  UPAYA HUKUM LUAR BIASA